Multazam, Tempat Yang Mustajab Untuk Berdoa



Minggu, 03 Juli 2016

Multazam Tempat Mustajab Untuk Berdoa, Benarkah?



Multazam Tempat Mustajab Berdoa
Multazam menjadi salah satu tempat yang sangat diinginkan untuk dapat dikunjungi jamaah haji dan umrah. Apakah sebabnya? Mudah-mudahan tulisan di bawah ini dapat memberikan penjelasan sebabnya dan  mengetahui keistimewaan Multazam.

Tidak jarang kita temui bagaimana ada kerabat atau teman dari seorang calon jamaah haji atau umrah yang akan berangkat ke tanah suci menyampaikan “Jangan lupa ya, tolong didoakan di sana..”. Atau ada juga yang punya keinginan bila dia dapat melaksanakan haji atau umrah, dia akan berdoa menyampaikan asanya kepada Yang Maha Pengabul Doa Alloh Azza Wa Jalla di salah satu bagian Ka’bah yang katanya tempat yang mustajab untuk berdoa. Bahkan ada yang sampai bertekad harus bisa sampai di tempat itu walaupun harus berdesak-desakkan untuk dapat berdoa di tempat itu yang bernama Multazam.

Tapi, benarkah Multazam merupakan tempat yang mustajab untuk berdoa? Berikut sedikit penjelasan Bapak HM. Rizal Fadillah, seorang pembimbing haji/umrah, pada jurnalhaji.com.

Multazam secara bahasa artinya adalah “tempat yang sangat diperlukan”. Multazam adalah area antara pintu Ka’bah dan Hajar Aswad. Multazam sering disebut sebagai maqam ijabah, tempat dikabulkannya doa, tempat yang mustajab untuk berdoa.

Memang bila memungkinkan berdoa di sini sambil menempelkan pipi, dada, lengan dan kedua telapak tangan. Sebagaimana dikisahkan bahwa Abdullah Ibn Amru setelah thawaf lalu shalat dan mencium hajar Aswad. Kemudian ia berdiri di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah menempelkan dada, kedua tangan dan pipinya sambil berkata ,“Seperti ini aku melihat Rasulullah SAW melakukannya” (Sunan Ibnu Majah dalam Al Manasik dengan sanad hasan).

Kini berdoa di Multazam dengan cara seperti itu bukanlah hal yang mudah. Jumlah jamaah yang sangat besar dengan tingkat kepadatan yang tinggi, menyebabkan kesulitan dan kemudharatan yang tinggi pula.
Karenanya cukuplah jamaah berdoa pada arah Multazam saja. Berdoa dapat sambil duduk maupun berdiri. Dengan menunduk, memandang, atau mengangkat tangan.

Lagi pula perlu kita ketahui, bahwa makbul doa itu bukan semata-mata ditentukan oleh faktor tempat, melainkan lebih kepada keadaan hati masing-masing. Ketenangan, keyakinan, kebutuhan yang sangat, serta kerendahan hati sangat mempengaruhi kontak batin dan kabulnya doa. Memang yang terbaik adalah tempatnya mustajab, hatinya juga khusyuk.

Namun jika tidak, kita pun yakin bahwa Allah itu Maha Melihat dan Maha Mendengar. Melihat dan mendengar doa. Di sudut mana pun kita berada.

Begitulah penjelasan Bapak HM. Rizal Fadillah mengenai Multazam. Perlu juga disampaikan sebuah Hadist sebagai berikut:

Dari Ibnu Abbas r.a bahwa Rasulullah saw bersabda: “Multazam adalah tempat dikabulkannya doa. Tidak ada satu pun doa seorang hamba di Multazam kecuali akan dikabulkan.” (HR. Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad Jilid V, hal. 347).

Semoga bermanfaat,...


Poskan Komentar